fbpx

Darurat Sampah di Yogyakarta: Pengelolaan Sampah yang Bijak

Yogyakarta, sebuah kota dengan keindahan alamnya yang memesona, warisan budaya yang kaya, dan keramahan penduduknya yang menentramkan, semakin terperangkap dalam masalah yang semakin memprihatinkan: pengelolaan sampah.

Bagi pelaku wisata di Yogyakarta – utamanya hotel, restoran, dan mall, ini adalah tantangan yang harus diatasi untuk menjaga daya tarik destinasi Kota Wisata ini.

Alun-alun selatan yogyakarta. plastikarta-traveliburan

Peningkatan Wisata dan Dampaknya

Yogyakarta telah menjadi tujuan favorit para wisatawan, baik lokal maupun internasional. Terkenal dengan Candi Prambanan, Keraton, Malioboro, dan keindahan alamnya seperti Pantai Parangtritis, kota ini menarik jutaan pengunjung setiap tahun.

Namun, peningkatan jumlah wisatawan juga berarti peningkatan sampah yang dihasilkan.

Menurut data dari Pemerintah Kota Yogyakarta, volume sampah di kota ini telah meningkat signifikan selama beberapa tahun terakhir. Dari sampah domestik hingga sampah komersial dari bisnis-bisnis seperti hotel, restoran, dan mal, masalah ini semakin meluas dan mendesak.

Krisis Sampah dan Dampaknya

Dampak dari krisis sampah ini terasa di seluruh sektor. Pengelola hotel, restoran, rumah, dan mal harus berurusan dengan berbagai masalah, termasuk:

  1. Kesehatan Masyarakat: Penumpukan sampah dapat menjadi tempat berkembang biaknya penyakit, mengancam kesehatan pengunjung dan penduduk setempat.
  2. Kerusakan Lingkungan: Sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat mencemari air tanah dan sungai, merusak ekosistem alam, dan mengancam keberlanjutan lingkungan.
  3. Reputasi Bisnis: Untuk pelaku industri perhotelan dan restoran, masalah sampah dapat merusak reputasi bisnis dan membuat wisatawan berpikir dua kali sebelum datang ke tempat mereka.
  4. Potensi Sanksi Hukum: Pemerintah daerah juga semakin ketat dalam menegakkan peraturan pengelolaan sampah. Pelanggaran dapat mengakibatkan sanksi hukum dan denda yang serius.

Bagaimana Sebaiknya Pengelolaan Sampah di Yogyakarta?

Pengelola hotel, restoran, dan mal di Yogyakarta harus memprioritaskan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Beberapa tindakan yang dapat diambil adalah:

  1. Pemisahan Sampah: Menerapkan sistem pemisahan sampah di tempat, termasuk organik dan non-organik, dapat membantu dalam proses pengelolaan sampah yang lebih efisien.
  2. Daur Ulang: Mendukung program daur ulang di daerah ini dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir. Sampah plastik juga dapat didaur ulang, baik itu diolah lagi maupun dikelola menjadi produk berguna lainnya.
  3. Edukasi Masyarakat:Melibatkan masyarakat setempat dan wisatawan dalam upaya pengelolaan sampah dapat menciptakan kesadaran yang lebih besar untuk mengurangi produksi sampah.
ilustrasi pengelolaan sampah
Ilusrasi pengelolaan sampah.

Baca juga: 8 Persiapan Petani Menyambut Musim Hujan

Bijak Gunakan Plastik untuk Pengelolaan Sampah

Meskipun plastik sering dianggap sebagai musuh lingkungan, penggunaan plastik sampah (trash bag) yang bijaksana dapat memberikan manfaat bagi sektor wisata di Yogyakarta.

Plastik sampah dapat membantu menjaga kebersihan dan keamanan di lingkungan usaha Anda. Misalnya, plastik sampah dapat digunakan untuk mengemas limbah medis di rumah sakit dengan aman.

Penggunaan plastik dalam kemasan makanan di restoran dan hotel dapat meningkatkan efisiensi operasional jika digunakan dengan bijak. Plastik adalah pilihan yang tahan lama dan praktis, membantu mengurangi pemborosan dan biaya.

Plastik sampah juga dapat didaur ulang menjadi produk yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mewujudkan hal itu, harus dilakukan melalui tahapan proses pemilahan dan pengolahan plastik terlebih dahulu.

Dalam menghadapi krisis sampah ini, kolaborasi antara pemerintah daerah, industri, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan Yogyakarta tetap menjadi destinasi wisata yang indah dan berkelanjutan.

Mari lebih bijak gunakan plastik!

April Sasanti

April Sasanti

Tukang ngonten dan digital marketer yang suka traveling sambil belajar healing.

Shopping Cart